Minggu, 8 Januari 2011
Banyak yang bilang ini harinya Tuhan. Mungkin benar, tapi buat gw hari ini spesial. Pertama, ini hari libur artinya gw bebas menghabiskan waktu untuk the only and JUST ME. Kedua, ini pekan terakhir Natal (begitu kata khotbah Pastur kemarin). Jadilah seharian ini gw memuaskan kuping mendengar lagu Christmas dari Sang Idola, Mr. Buble (Terima kasih pada Tuhan dan google karena hari ini gw dapet full albumnya). Ketiga, ini adalah hari terakhir sebelum menempuh another hectic weak demi menata masa depan. Yes, next week is a full plate week!
Yang bikin spesial lagi, tiba-tiba gw berhasrat untuk menulis, menuliskan momen 2011 ke belakang. Meski sudah melangkah beberapa hari di tahun yang baru, biarlah, bisa dianggap maklum dengan adanya “alasan spesial kedua” di atas J
Tahun 2011 adalah tahun yang berat. Menghela napas panjang. Mengelus dada. Dan, menahan air mata. Tahun ini mengajarkan banyak hal, terutama sekali adalah tentang R.E.N.C.A.N.A. (or planning).
Diajarkan untuk menata langkah dengan baik. Bahkan sebelum langkah itu terpijak dan ‘berbuah jejak’. Langkah kita diambil sering (dan hampir pasti), tidak bisa ditarik lagi. Nggak seperti saat mengetik tulisan ini, yang bisa di-undo untuk hasil yang lebih baik. Hidup gw di tahun 2011 adalah konklusi dari rencana hidup sebelumnya, bahkan mungkin rencana tahun lalu.
Lalu bagaimana dengan rencana tak berjalan semestinya?
Itulah yang tergambar jelas dan nyata. Menampar tepat di muka, membangunkan seketika dari khayal. Ini yang membuat hela napas panjang, mengelus-elus dada dan pada akhirnya harus dijalani. Banyak kekecewaan memang, terhadap apa yang ada di sekitar dan yang dihasilkan diri pribadi. Studi, hubungan gw dengan sesama, termasuk soal humaniora pun berjalan tak mulus (beberapa pementasan dengan bad planning also). Tambahan lagi, kehidupan keluarga di rumah yang menempati rumah baru tahun ini (tepat sebelum lebaran tiba), itu lebih-lebih menjelaskan bahwa ada perencanaan yang kurang.
Oiya, bukan berarti pelajaran yang didapat adalah mempersiapkan PLAN B ya. Tapi lebih ditekankan untuk mempersiapkan semua dengan lebih matang dan baik. Menutup itu semua adalah menyerahkan pada TUHAN. Akhir-akhir ini gw juga belajar untuk ‘pasrah’ (efek sms religi yang mampir tiap hari di hape gw). Yah, mungkin juga buah dari semua yang terjadi tahun ini, kata pasrah menjadi obat yang mujarab. Lantas bukan yang utama sebagai wujud pelarian, tapi ‘pasrah’ inilah yang dari semula harus disadari juga. Kehendak Tuhan adalah absolut, ketika kita menyatukan rencana kita yang penuh variabel, dengan milik-Nya maka akan ada persamaan yang berakhir BAHAGIA.
Tidak hanya hal-hal di atas kok, pekerjaan indah Tangan TUHAN banyak gw rasakan di tahun 2011 ini. Terima kasih kepada-Nya atas banyak kebahagiaan di akhir tahun 2011. Manis rasanya menutup tahun ini dengan banyak kejutan menyenangkan, seperti konser musik jazz nan harmonis J
Tahun 2012,
di tahun ini segalanya harus jadi lebih baik. Dan, lebih bisa menjadi BERKAT bagi sekeliling (ini juga hasil khotbah Pastur kemaren), bukan sebaliknya.
… catatan ini memang tidak mengungkap segalanya, hanya melukiskan apa jadinya perasaan saat menulis sambil mengingat peristiwa-peristiwa 2011. Tujuannya untuk dibuka kembali saat dibutuhkan…
Last, semoga saya dan dunia ini diberi umur panjang untuk memperbaiki, menggapai, dan menghasilkan buah baik.
Damai di hati, damai di bumi J
No comments:
Post a Comment