Diawal pagi suasana mood gw baik-baik aja.
Semua seperti biasa, gw merangkai kegiatan hari itu, planning mo ngapain aja hari ini.
Bahkan dari malamnya gw udah sms temen untuk izin gak bisa menunaikan tugas gw di pagi hari.
Sampai gw berangkat ke kampus semua berjalan lancar walau gw hanya sempat sarapan biskuit kacang 2 biji with a cup of tea.
Dan semua masih baik-baik aja.
Hari itu gw tampil 'selengekan'...
Kaos hitam, jins kucel and top of that SepatU SandaL.
Ternyata masih ada yg lebih nyolot lagi, salah satu praktikan di kelompok gw gak menyelesaikan resep penuntun kerjanya (baca: jurnal kerja). And I feel so sorry, doski harus di-kick dari laboratorium tercinta di Gedung Biru itu.
Sampai di sini, semua masih baik-baik saja.
Karena memang sudah tertancap dalam hati gw ogah mengurusi si resep yg tertulis acak kadul gak genah, gw hanya butuh otak yg ngerti apa yg mau di kerjakan di labor hari itu.
Just a simply of that.
Dan kenyataannya ... memang ada yg sudah bikin jurnal dg rapi dan yah... cukuplah untuk grup hari itu.
Harusnya gak masalah dong, karena DIA pasti sudah lebih prepared dari yang lain.
Sampai pada saat brifing awal, layaknya orang mau maju medan perang, semua harus dan kudu dicek kesiapannya.
Alasannya simple, jangan sampe ada prajurit yg mati konyol atau pelor yg terbuang sia-sia. Taruhannya nyawa, begitu.
Di Gedung Biru ini memang bukan nyawa taruhannya, tapi siapa tahu ...
Jadi gw fokus aja pada brifing awal.
Sampai tahap ini, gw MASIH merasa baik-baik aja.
Faktanya merasa enerjik malah, karena gw bangga bisa menjelaskan "taktik perang" dg gamblang. Gw gak pernah ampe sedetail itu dan berulang-ulang ngomong yg itu-itu aja. Tepat dimana jarum panjang dan pendek bertemu, brifing selesai. Berakhir dg kalimat yg klise tapi meaningfull buat gw "Sudah ngerti kan!? Gada pertanyaan!?", setelah tadi sebelumnya kalimat serupa dijawab dengan mimik 'masih bingung', kali kedua ini semua manggut-manggut.
Ternyata inilah tanda perkara berikutnya... Apa arti anggukan itu?
Selanjutnya, SEMUA gak berjalan lancar DAN gak sesuai planning gw.
Parah, semuanya kacau, gagal (meski gak total).
Gada joke, gada tawa di sisa sesi itu.
Gw beberapa kali mempertemukan jari-jari tangan gw ke jidat.
Kemana arti anggukan yang tadi!?
Apakah manggut-manggut sekarang sudah berubah artinya!?
Even dari hal yg paling kecil, such as masih mau menggunakan AIR KERAN.
Well, it wasn't the first time you in the Lab.
I realized
and I beg your pardon ....
Makin ke akhir, kata dan mimik muka gw gada remnya.
(gw masih inget ada yg gw panggil 'sayang') {=______=")
Tapi secercah harapan muncul, di detik-detik akhir sesi, 5 dari 7 kaum intelek ini selesai dan tinggal gw periksa hasil kerjanya.
Dan semua TIDAK baik-baik saja!
Bahkan menghitung dan memasukkan apa yg sudah ada aja SALAH! (maaf, tapi kondisi ini sudah keterlaluan kalo dibilang "kurang tepat")
Bagaikan menjawab 1 + 1 = 5
Bahkan di TUGAS PENDAHULUAN ada lhoo, guys. And you made it, precisely correct.
Lagi-lagi semua berakhir molor, keluar dari jadwalnya. Gw malu, asli gw malu ama bapak sang Laboran. Dan dua orang intelek terakhir yg telat menyelesaikan pertempurannya harus dibantu. Ibarat kalah perang dan dibopong rame-rame ama teman-teman seperjuangannya.
DAN gw merasa itu hal paling positif di jam-jam itu, arti pertemanan, sebuah tolong menolong.
Sisa hari itu, yg notabene masih amat panjang, gw isi untuk menaikkan kembali mood hidup gw. Ke sana kemari, mondar-mandir gw nyarinya. Beruntung semangat itu kembali berkat hobi dan makanan enak.
But still ...
I'm done!
Gw gak tau harus gimana. Gw gak ngerti siapa yg benar.
Apa memang gw salah berkomunikasi ?
S.O.S.
Help me ...
~ adp ~
